Amankah Suntik Putih dengan Glutathion?

Amankah Suntik Putih dengan Glutathion?

Tanya:
Saya tahu bahwa warna kulit tergantung dengan gen masing-masing, tapi apakah injeksi alias suntik whitening dapat memutihkan kulit secara permanen? Di pasaran saat ini injeksi whitening sedang marak, dan katanya banyak mngandung glutathion. Benarkah glutathion merupkan agen pemutih kulit yang bersifat permanen dan bisa mengubah gen orang berkulit cokelat menjadi berkulit putih?

Windi

Jawab:
Hai Windi,

Glutathione dikenal sebagai antioksidan yang ada di hati. Sebagai antioksidan, glutathione berfungsi untuk melawan radikal bebas yang merusak sel. Sebenarnya obat ini sangat berguna untuk mengobati beberapa penyakit saraf seperti alzheimer dan parkinson. Tetapi beberapa negara di Asia menggunakann glutathione ini untuk memutihkan kulit.

Memutihkan kulit adalah salah satu efek samping dari glutathione karena glutathione mencegah produksi pigmen melanin. Salah satu fungsi pigmen ini adalah untuk memberikan warna untuk kulit.

Salah satu rumah sakit di Bangkok meneliti penggunaan glutathione secara oral atau diminum selama 4 minggu dibandingkan dengan meminum plasebo. Penelitian ini melibatkan 60 orang. Ternyata obat ini dapat memutihkan kulit pada sebagian kecil orang saja (6 orang) yang meminum glutathione.

dr. Fresia JuwitasariBagaimanapun penggunaan glutathione, dalam jangka panjang belum terbukti keamanannya dan membutuhkan penelitian yang lebih besar. Untuk penggunaannya sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter spesialis kulit.

Semoga membantu.

dr. Fresia Juwitasari
www.MeetDoctor.com

Punya pertanyaan seputar masalah kecantikan, fashion, kesehatan, asmara, atau keuangan? Kirim ke tanyaahli@yahoo-inc.com

Advertisements

Cara Perawatan Kulit Sesuai Usia

Oleh Tamara Hinson

Kebutuhan perawatan kulit berubah seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, perbarui perawatan kulit serta produk yang Anda gunakan agar wajah senantiasa segar dan bebas keriput.

Cara Perawatan Kulit Sesuai Usia

Usia 15 sampai 25 tahun

Kulit yang masih muda tidak terlalu membutuhkan produk pelembap, melainkan produk mengendalikan bakteri dan pencegah bercak. (Penting diingat, bahwa bahan-bahan yang umumnya digunakan dalam perawatan bercak kulit sering menyebabkan kulit kering).

Mereka yang memiliki kulit berminyak harus mencari produk-produk yang tidak mengilapkan wajah yang dilengkapi dengan bahan-bahan antibakteri, sementara mereka yang berkulit cenderung kering harus menggunakan produk pelembap ringan yang tidak menyumbat pori-pori.

Juga, penting untuk membersihkan kulit mati Anda yang mengelupas saat Anda masih muda. Ini akan membantu mencerahkan kulit Anda dengan menyingkirkan sel-sel kulit mati.

“Orang dengan usia antara 15 dan 25 tahun mencari produk yang akan mengatasi masalah-masalah seperti jerawat dan noda di wajah,” kata Aurélie Guyoux, pimpinan ilmiah produk perawatan kulit Etat Pur.

“Itulah sebabnya produk idealnya adalah produk yang mengandung bahan-bahan yang membersihkan dan pembersih minyak, seperti zinc gluconate dan asam salisilat.”

“Orang dengan usia 15 sampai 25 tahun juga mencari produk perawatan untuk tekstur lembap ringan, yang sangat tepat untuk kulit berminyak atau kombinasinya, dan produk pembersih yang mampu menyerap racun, membersihkan serta menghilangkan minyak.”

Usia 25 sampai 40 tahun

Begitu kita menginjak usia pertengahan 20-an, produksi minyak cenderung berkurang dan tanda-tanda pertama penuaan juga mulai muncul.

“Orang dengan usia antara 25 dan 40 memiliki dua kebutuhan utama, pelembap dan pencegah penuaan,” kata Aurélie Guyoux.

Anda juga perlu membeli sebuah produk perawatan untuk area mata, yang merupakan area kulit yang sensitif. Garis senyum juga tampak lebih dalam, sementara mereka yang merokok dan gemar berjemur sering terlihat memiliki kerutan dan garis halus lebih awal dari orang yang tidak mempunyai kebiasaan tersebut.

Produk pembersih juga menjadi lebih penting, pembersih dengan penyeimbang PH dapat membantu mencegah dan mengurangi tanda-tanda penuaan dengan membantu menjaga kelembapan kulit.

Bersihkan kulit secara teratur, kita lebih rentan terhadap perubahan warna kulit di usia 30-an dan membersihkan sel-sel kulit mati menjadi hal yang penting, membuat kulit Anda semakin berseri.

Bergantung pada jenis kulit Anda, akan lebih baik untuk menghindari penggunaan alas riasan berbasis bedak yang bisa mengisi celah garis-garis halus.Sebaliknya gunakan jenis yang cair dan alas riasan utama.

Usia 40 sampai 55

Usia 40-an dan 50-an bisa menjadi masa yang sulit bagi kulit. “Usia antara 45 dan 55, banyak perubahan yang terjadi pada kulit yang dikenal sebagai kulit masa pramenopause,” kata Nataliya Robinson, ahli terapi perawatan kulit dan pendiri http://www.nataliyarobinson.co.uk.

“Kurangnya estrogen dalam kulit bisa mengurangi kelenturan dan ketebalan kulit.” Perlindungan dari matahari juga menjadi lebih penting, seiring dengan berkurangnya kemampuan kulit dalam melindungi diri dari sinar yang berbahaya.”

“Seiring dengan jumlah melanocytes (melanin yang memproduksi sel-sel baru) yang menurun dengan meningkatnya usia, membuat berkurangnya perlindungan alami,” jelas Nataliya.

“Kulit juga harus diperkuat dengan lipida, vitamin, dan liposome. Vitamin A, C, dan E juga harus digunakan dalam perawatan kulit Anda, karena vitamin-vitamin tersebut dapat meningkatkan regenerasi kulit Anda, selain itu juga memiliki kandungan antioksidan.

Krim malam juga sama pentingnya dengan krim siang karena pada malam hari kita bisa menyerap bahan-bahan penting secara lebih baik.”

Di atas 55 tahun

Wanita yang berusia 55 tahun ke atas cenderung lebih sering mengalami masalah kulit sensitif, jadi carilah produk yang mengandung bahan alami.

“Dari usia 60 tahun ke atas produksi kolagen dan elastin mulai berkurang dan metabolisme kulit mulai menurun,” kata Nataliya Robinson.

“Hasilnya, wanita bisa mengalami reaksi alergi, kulit kering, pecah-pecah, serta mengalami perubahan warna. Pada tahap ini, kulit dapat mengalami reaksi terhadap produk-produk tertentu, jadi pastikan bahwa Anda menggunakan produk-produk antialergi.”

Perawatan kulit pada malam hari menjadi lebih penting, namun pertimbangkan untuk membuang krim dan menggantinya dengan produk minyak, yang akan menjaga kelembapan kulit.

“Gunakan minyak berkualitas tinggi, seperti minyak almond, minyak biji aprikot atau minyak jojoba,” kata Natalia. “Sebagai tambahan, krim pelembap yang baik dengan SPF akan membantu melindungi kulit dari pigmentasi yang berlebih serta melembapkan kulit.”

Cantik untuk si Kulit Pucat

Cantik untuk si Kulit Pucat

Jika Anda pemilik kulit putih pucat, dan bingung untuk memberikan warna yang sempurna pada kulit Anda.
Maka hal dibawah ini bisa membantu Anda, untuk menciptakan semburat cantik di wajah Anda.
1. Gunakanlah blush kemerahan untuk semburat natural.
2. Agar kulit terlihat sehat bercahaya, pakai highlighter di daerah T, bawah mata dan tulang pipi.
3. Kenakan warna pink lembut di bibir dan lapisi dengan gloss keemasan.
4. Senada juga Anda kenakan pada mata Anda.
Tampilan ini dijamin akan membuat Anda beda dan bersinar. (ghe)
(Majalah Amica Indonesia Juli 2012)

Perempuan Harus Lebih Peduli Kanker Payudara

Perempuan Harus Lebih Peduli Kanker Payudara
Puteri Indonesia 2011 Maria Selena, Miss Universe 2011 Leila Lopes, mendampingi Dinda Nawangwulan, pendiri komunitas Pink Shimmerinc, saat menerima donasi di HUT ke-30 Wacoal di Jakarta.

KOMPAS.com — Perayaan hari jadi, apalagi memasuki usia matang tiga dasawarsa, lebih bermakna dengan berbagi. Inilah yang dilakukan produsen pakaian dalam joint-venture Indonesia-Jepang, Wacoal, saat memperingati hari jadinya yang ke-30 di Jakarta.

Wacoal, untuk kali keempat, konsisten menjalankan misi edukasi, terutama menyasar perempuan agar lebih peduli dengan dirinya, dan risiko kanker payudara. Masih banyak perempuan yang tak memiliki kesadaran memeriksakan diri, meski sudah merasakan tanda abnormal pada payudaranya. Alhasil, banyak perempuan yang positif terkena kanker payudara sudah berada pada stadium tinggi (stadium 3-4).

“Data dari Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta menunjukkan, 20.000 perempuan positif terkena kanker payudara, dan 50 persen darinya sudah berada pada stadium tinggi, tiga atau empat,” jelas Dinda Nawangwulan, seorang survivor, saat ditemui Kompas Female seusai perayaan HUT ke-30 Wacoal, di The Hall, Senayan City, Jakarta, Sabtu (8/10/2011).

Wacoal menaruh perhatian atas masalah yang dialami perempuan ini. Sebagai bagian dari program corporate social responsibility, Wacoal kembali menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesadaran akan bahaya kanker payudara.

Di ulang tahun ke-30, Wacoal memberikan donasi untuk Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta, juga Pink Shimmerinc yang didirikan Dinda, untuk membantu dan memberi motivasi kepada para survivor dan pasien kanker payudara.

Upaya untuk mengajak perempuan lebih peduli dengan tubuhnya, juga berbagai penyakit yang bisa menjangkitinya, bisa dilakukan dengan cara apa saja. Gerakan “Breast Cancer Awareness” Wacoal, misalnya, sudah dijalankan sejak 2008 melalui sejumlah kegiatan edukasi, seperti seminar ataupun penerbitan booklet cara memilih, memakai, dan merawat bra dengan baik sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kanker payudara.

“Memang tak ada efek langsung dari pilihan maupun cara pakai bra terhadap kanker payudara. Namun, melalui edukasi yang diberikan, perempuan diharapkan lebih peduli memeriksakan dirinya, apalagi jika mulai ditemui tanda abnormal di bagian payudaranya,” jelas Irawan Saputra, Direktur PT Indonesia Wacoal, kepada sejumlah wartawan di sela perayaan HUT ke-30 Wacoal.

Sementara bagi Dinda, dengan saling berbagi dan mengingatkan, perempuan yang masih sehat bisa mencegah terkena kanker payudara. Dan, kepedulian untuk saling memotivasi dan memberikan dukungan menjadi bentuk lain mengatasi kanker payudara, terutama kepada mereka yang baru saja divonis terkena kanker payudara, sedang menjalani perawatan, ataupun para survivor yang tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama orang terdekat dan keluarganya.

“Masalah utamanya adalah terlambat melakukan pengecekan karena tidak menyadarinya. Karenanya, begitu menemukan ada benjolan abnormal di payudara, segera memeriksakan diri,” pesan Dinda, yang mendirikan komunitas Pink Shimmerinc sejak 2007 sebagai wadah berbagi untuk penderita kanker payudara dan keluarganya agar tercipta saling pengertian dan mencari solusi bersama untuk mengatasi berbagai masalah kanker payudara dan dampak yang ditimbulkannya.

Editor :
wawa

Menambah Ukuran Payudara Tanpa Bedah Plastik

KOMPAS.comPada dasarnya setiap perempuan adalah cantik. Namun ternyata masih banyak orang yang ingin “mendandani” tubuhnya agar terlihat lebih menarik. Salah satu bagian perempuan yang paling sering jadi pusat perhatian untuk diperbaiki adalah payudara. ada cara Menambah Ukuran Payudara Tanpa Bedah Plastik

Operasi bedah plastik menjadi salah satu pilihan cara untuk mendapatkan ukuran payudara yang lebih besar dan padat. Namun, pilihan ini menimbulkan kekhawatiran pada banyak perempuan. Kini, untuk mendapatkan tambahan ukuran payudara, ada alternatif non bedah yang bisa dilakukan.

Salah satu teknik non bedah estetik yang dapat memberikan tampilan alami dan memenuhi keinginan setiap individu adalah dengan Macrolane. Teknik filler Macrolane memberikan volume pada bagian tubuh yang diinginkan, seperti payudara dan memastikan setiap individu mendapatkan hasil sesuai dengan keinginannya.

Macrolane adalah sebuah jel kristal asam hialuronat yang diformulasikan untuk breast augmentation, volume restoration, dan meningkatkan kualitas kontur tubuh. Secara umum, Macrolane ini bisa digunakan untuk pembesaran area payudara, bokong, betis, dan menyamarkan jaringan parut.

Asam hialuronat merupakan komponen dalam kulit dan tubuh yang berfungsi untik mengikat air, membantu menjaga kelembaban dan kekenyalan kulit. Asam ini pula yang mengorganisir eksistensi kolagen dan elastisin di bawah lapisan kulit. Namun seiring pertambahan usia, produksi asam ini berkurang dan membuat kulit kehilangan elastisitasnya.

“Macrolane ini  bisa digunakan untuk membesarkan ukuran payudara sampai meningkat satu cup untuk perempuan Asia, dan dua cup untuk perempuan Amerika. Namun sebelum dilakukan prosedur ini, harus ada pre treatment terlebih dahulu dan harus dilakukan oleh dokter ahli,” ungkap dr Debby Puspa, Group Product Manager Restylane Indonesia dalam acara Macrolane Breast Augmentation di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2012).

Macrolane dirancang dalam  varian untuk tingkat ketebalan kulit yang berbeda yaitu VRF 20 dan VRF 30. Macrolane ini secara alami beradaptasi setelah disuntikkan di area tubuh. Proses filler ini hanya membutuhkan waktu 60-90 menit dan hasilnya bisa didapatkan seketika setelah proses selesai.

“Setelah beberapa hari, hasilnya akan terlihat lebih baik sebab asam hialuronat semakin banyak mengikat air dan bisa menyesuaikan dengan kondisi tubuh,” tambahnya.

Untuk memasarkan produk ini di Indonesia, PT Landson Indonesia mengaku sudah mengantongi izin resmi dan juga pengakuan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, dan juga Badan POM.

Prosedur non bedah plastik ini membutuhkan biaya tinggi dengan hasil yang tentunya tak bersifat permanen. Teknik pembesaran payudara tanpa bedah plastik ini hanya bertahan selama 12-18 bulan. Perawatan yang baik dan gaya hidup sangat memengaruhi keindahan payudara buatan ini.

Cantik Itu Mahal!

KOMPAS.com – Tidak semua orang menjalani terapi demi kebugaran semata. Unsur estetika dalam ranah anti-penuaan sering kali lebih menggoda. Klinik dr Olivia Ong di Gunawarman, Jakarta Selatan, misalnya, tidak pernah sepi pasien. Seperti pada Jumat (8/2/2013), pasien harus antre untuk meremajakan kulit dengan beragam pilihan teknik, seperti injeksi filler, injeksi botox, dan pemberian infus cairan antioksidan.

Cantik Itu Mahal

Salah seorang pasien, Rachma (28), betah menunggu lebih dari satu jam sebelum mendapat giliran konsultasi. Menurut dia, butuh pergumulan panjang sebelum memutuskan menjalani injeksi filler.

Ketika merasa penampilannya tidak lagi sesegar ketika remaja, gadis berkerudung ini berusaha mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang teknologi peremajaan kulit dari internet. Ia kemudian tertarik dengan injeksi filler dan botox setelah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter.

Setelah menjalani dua kali tindakan injeksi agar pipinya lebih berisi, Rachma mengaku wajahnya terasa segar. ”Kata dokter Oliv, wajahku sudah baik. Namun, rasanya wajahku masih tirus. Palingan nanti cuma nambah sedikit volume suntikan filler,” ujar Rachma.

”Aku penginnya chubby kayak Tina Toon. Dulu pipiku tirus dan kelihatan tua. Barusan aku pasang foto profil di BBM (Blackberry Messenger) dan semua orang bilang aku tambah cakep,” kata Rachma tersipu-sipu.

Untuk satu kali tindakan injeksi filler, Rachma menghabiskan dana beberapa juta rupiah. ”Cantik itu mahal dan menyakitkan. Harus pintar cari uang kalau mau cantik, he-he-he…,” kata perempuan yang bekerja sebagai wiraswasta ini.

Mayoritas pasien di klinik dokter Olivia memang ingin tampil lebih muda dan menawan dengan alami. Mereka tidak ingin wajah mereka berubah drastis atau menjadi terlihat seperti topeng. ”Bisa tampak 15 tahun lebih muda, tetapi tetap natural. Injeksi itu tongkat sihir saya,” kata Olivia.

Anti-aging adalah terobosan di dunia kedokteran preventif,” kata dr Deby Vinski, yang belajar di Anti-Aging Medicine Specialization, Paris, Perancis.

Menurut Deby, lingkungan yang telah semakin terpolusi menjadikan manusia di masa kini sulit untuk menjalani hidup yang benar-benar sehat tanpa terpapar polusi. Terapi anti-penuaan adalah salah satu alternatif untuk membantu memperbaiki kualitas hidup manusia modern. (INE/WKM/DAY/SF)

 

Sumber: Kompas Cetak

Awas, Kelebihan Dosis Vitamin C Berisiko Batu Ginjal!

Menurut penelitian terbaru, orang yang mengonsumsi suplemen vitamin C setiap hari memiliki risiko dua kali lipat menderita batu ginjal. Awas, Kelebihan Dosis Vitamin C Berisiko Batu Ginjal!

vitamin c

“Ini sudah diduga sejak lama bahwa kelebihan dosis vitamin C bisa meningkatkan risiko batu ginjal,” ujar Laura Thomas, pemimpin penelitian dari Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia, seperti dikutip Dailymail.co.uk.

Suplemen pada umumnya mengandung sekitar 1.000 miligram (mg) vitamin C per tablet. Kebanyakan suplemen vitamin C berisi 500 atau 1.000 mg.

Thomas menjelaskan, beberapa komponen dari vitamin C diserap oleh tubuh dan dikeluarkan melalui urin sebagai oksalat. Nah, oksalat ini termasuk salah satu komponen kunci penyebab batu ginjal. Batu ginjal sendiri terdiri dari kristal kecil, yang terbentuk dari gabungan kalsium dengan oksalat.

Menurut para ilmuwan, tidak ada manfaat yang jelas dari mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi. Namun, Laura menegaskan bahwa tubuh manusia tetap membutuhkan banyak vitamin C yang bisa didapat dari buah-buahan dan sayuran. Misalnya, segelas jus jeruk segar bisa mengandung sekitar 120 mg vitamin C.

“Vitamin C merupakan bagian penting dari pola makan yang sehat,” tutup Laura.

Namun lebih lanjut Laura mejelaskan, efek vitamin C terhadap risiko batu ginjal ini tergantung pada dosis dan kombinasi nutrisi yang dikonsumsi. (jay)