Rahasia Awet Muda

Rahasia Awet Muda

SIAPA yang tidak ingin awet muda. Memiliki tubuh sehat dan bugar sepanjang waktu tentu menjadi dambaan setiap orang. Ini bisa Anda wujudkan dengan melakukan perubahan pola makan, dan mengonsumsi makanan sehat.

Cara makan ternyata dapat menjaga kita tetap awet muda. Konsumsi protein dan antioksidan bisa membantu tubuh memfungsikan organ-organnya tetap baik, dan proses penuaan bisa dihambat. Berikut ini adalah beberapa makanan yang bisa Anda masukan ke dalam menu harian Anda untuk tetap sehat dan awet muda, seperti yang dikutip dari buku Smart Eating karya Dr. Samuel Oetoro, Erwin dan Jana Parengkuan, terbitan Gramedia.
 
Buah

Buah ada dimana-mana dan sederhana. Mengonsumsi buah bisa memberikan Anda banyak manfaat vitamin dan mineral yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas.
 
Teh hijau

Daun tanaman teh mengandung antioksidan tinggi yang bernama katekin. Studi di Jepang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi teh hijau mampu  menurunkan berat badan. Mereka yang minum teh hijau lima cangkir dalam sehari, sebanyak 26 persen berisiko lebih rendah untuk meninggal.

Bawang putih

Bawang putih mengandung alicin, zat antibakteri dan antijamur yang membasmi kanker, memperkuat jantung, mengurangi penyimpanan lemak, dan membasmi jerawat dan peradangan. (ind)

Perawatan Kulit Saat Malam

 Perawatan Kulit Saat Malam

Pelembap favorit kulit wajah yang biasa digunakan saat malam hari mengandung SPF di dalamnya. Apakah hal ini tidak menjadi masalah?

Sebenarnya tidak menjadi masalah, tapi alangkah baiknya jika Anda memaksimalkan produk perawatan wajah yang sudah Anda beli. Produk perawatan yang mengandung SPF berguna membantu menjaga kulit dari paparan sinar matahari.

Gunakan untuk melengkapi ritual tata rias wajah sehari-hari pada pagi dan siang. Untuk malam hari, coba gunakan krim malam yang memiliki kandungan anti aging sebagai pencegah penuaan dinisekaligus mampu membantu mempertahankan kelembapan kulit wajah.(f)

Amankah Suntik Putih dengan Glutathion?

Amankah Suntik Putih dengan Glutathion?

Tanya:
Saya tahu bahwa warna kulit tergantung dengan gen masing-masing, tapi apakah injeksi alias suntik whitening dapat memutihkan kulit secara permanen? Di pasaran saat ini injeksi whitening sedang marak, dan katanya banyak mngandung glutathion. Benarkah glutathion merupkan agen pemutih kulit yang bersifat permanen dan bisa mengubah gen orang berkulit cokelat menjadi berkulit putih?

Windi

Jawab:
Hai Windi,

Glutathione dikenal sebagai antioksidan yang ada di hati. Sebagai antioksidan, glutathione berfungsi untuk melawan radikal bebas yang merusak sel. Sebenarnya obat ini sangat berguna untuk mengobati beberapa penyakit saraf seperti alzheimer dan parkinson. Tetapi beberapa negara di Asia menggunakann glutathione ini untuk memutihkan kulit.

Memutihkan kulit adalah salah satu efek samping dari glutathione karena glutathione mencegah produksi pigmen melanin. Salah satu fungsi pigmen ini adalah untuk memberikan warna untuk kulit.

Salah satu rumah sakit di Bangkok meneliti penggunaan glutathione secara oral atau diminum selama 4 minggu dibandingkan dengan meminum plasebo. Penelitian ini melibatkan 60 orang. Ternyata obat ini dapat memutihkan kulit pada sebagian kecil orang saja (6 orang) yang meminum glutathione.

dr. Fresia JuwitasariBagaimanapun penggunaan glutathione, dalam jangka panjang belum terbukti keamanannya dan membutuhkan penelitian yang lebih besar. Untuk penggunaannya sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter spesialis kulit.

Semoga membantu.

dr. Fresia Juwitasari
www.MeetDoctor.com

Punya pertanyaan seputar masalah kecantikan, fashion, kesehatan, asmara, atau keuangan? Kirim ke tanyaahli@yahoo-inc.com

Cara Perawatan Kulit Sesuai Usia

Oleh Tamara Hinson

Kebutuhan perawatan kulit berubah seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, perbarui perawatan kulit serta produk yang Anda gunakan agar wajah senantiasa segar dan bebas keriput.

Cara Perawatan Kulit Sesuai Usia

Usia 15 sampai 25 tahun

Kulit yang masih muda tidak terlalu membutuhkan produk pelembap, melainkan produk mengendalikan bakteri dan pencegah bercak. (Penting diingat, bahwa bahan-bahan yang umumnya digunakan dalam perawatan bercak kulit sering menyebabkan kulit kering).

Mereka yang memiliki kulit berminyak harus mencari produk-produk yang tidak mengilapkan wajah yang dilengkapi dengan bahan-bahan antibakteri, sementara mereka yang berkulit cenderung kering harus menggunakan produk pelembap ringan yang tidak menyumbat pori-pori.

Juga, penting untuk membersihkan kulit mati Anda yang mengelupas saat Anda masih muda. Ini akan membantu mencerahkan kulit Anda dengan menyingkirkan sel-sel kulit mati.

“Orang dengan usia antara 15 dan 25 tahun mencari produk yang akan mengatasi masalah-masalah seperti jerawat dan noda di wajah,” kata Aurélie Guyoux, pimpinan ilmiah produk perawatan kulit Etat Pur.

“Itulah sebabnya produk idealnya adalah produk yang mengandung bahan-bahan yang membersihkan dan pembersih minyak, seperti zinc gluconate dan asam salisilat.”

“Orang dengan usia 15 sampai 25 tahun juga mencari produk perawatan untuk tekstur lembap ringan, yang sangat tepat untuk kulit berminyak atau kombinasinya, dan produk pembersih yang mampu menyerap racun, membersihkan serta menghilangkan minyak.”

Usia 25 sampai 40 tahun

Begitu kita menginjak usia pertengahan 20-an, produksi minyak cenderung berkurang dan tanda-tanda pertama penuaan juga mulai muncul.

“Orang dengan usia antara 25 dan 40 memiliki dua kebutuhan utama, pelembap dan pencegah penuaan,” kata Aurélie Guyoux.

Anda juga perlu membeli sebuah produk perawatan untuk area mata, yang merupakan area kulit yang sensitif. Garis senyum juga tampak lebih dalam, sementara mereka yang merokok dan gemar berjemur sering terlihat memiliki kerutan dan garis halus lebih awal dari orang yang tidak mempunyai kebiasaan tersebut.

Produk pembersih juga menjadi lebih penting, pembersih dengan penyeimbang PH dapat membantu mencegah dan mengurangi tanda-tanda penuaan dengan membantu menjaga kelembapan kulit.

Bersihkan kulit secara teratur, kita lebih rentan terhadap perubahan warna kulit di usia 30-an dan membersihkan sel-sel kulit mati menjadi hal yang penting, membuat kulit Anda semakin berseri.

Bergantung pada jenis kulit Anda, akan lebih baik untuk menghindari penggunaan alas riasan berbasis bedak yang bisa mengisi celah garis-garis halus.Sebaliknya gunakan jenis yang cair dan alas riasan utama.

Usia 40 sampai 55

Usia 40-an dan 50-an bisa menjadi masa yang sulit bagi kulit. “Usia antara 45 dan 55, banyak perubahan yang terjadi pada kulit yang dikenal sebagai kulit masa pramenopause,” kata Nataliya Robinson, ahli terapi perawatan kulit dan pendiri http://www.nataliyarobinson.co.uk.

“Kurangnya estrogen dalam kulit bisa mengurangi kelenturan dan ketebalan kulit.” Perlindungan dari matahari juga menjadi lebih penting, seiring dengan berkurangnya kemampuan kulit dalam melindungi diri dari sinar yang berbahaya.”

“Seiring dengan jumlah melanocytes (melanin yang memproduksi sel-sel baru) yang menurun dengan meningkatnya usia, membuat berkurangnya perlindungan alami,” jelas Nataliya.

“Kulit juga harus diperkuat dengan lipida, vitamin, dan liposome. Vitamin A, C, dan E juga harus digunakan dalam perawatan kulit Anda, karena vitamin-vitamin tersebut dapat meningkatkan regenerasi kulit Anda, selain itu juga memiliki kandungan antioksidan.

Krim malam juga sama pentingnya dengan krim siang karena pada malam hari kita bisa menyerap bahan-bahan penting secara lebih baik.”

Di atas 55 tahun

Wanita yang berusia 55 tahun ke atas cenderung lebih sering mengalami masalah kulit sensitif, jadi carilah produk yang mengandung bahan alami.

“Dari usia 60 tahun ke atas produksi kolagen dan elastin mulai berkurang dan metabolisme kulit mulai menurun,” kata Nataliya Robinson.

“Hasilnya, wanita bisa mengalami reaksi alergi, kulit kering, pecah-pecah, serta mengalami perubahan warna. Pada tahap ini, kulit dapat mengalami reaksi terhadap produk-produk tertentu, jadi pastikan bahwa Anda menggunakan produk-produk antialergi.”

Perawatan kulit pada malam hari menjadi lebih penting, namun pertimbangkan untuk membuang krim dan menggantinya dengan produk minyak, yang akan menjaga kelembapan kulit.

“Gunakan minyak berkualitas tinggi, seperti minyak almond, minyak biji aprikot atau minyak jojoba,” kata Natalia. “Sebagai tambahan, krim pelembap yang baik dengan SPF akan membantu melindungi kulit dari pigmentasi yang berlebih serta melembapkan kulit.”

Cantik untuk si Kulit Pucat

Cantik untuk si Kulit Pucat

Jika Anda pemilik kulit putih pucat, dan bingung untuk memberikan warna yang sempurna pada kulit Anda.
Maka hal dibawah ini bisa membantu Anda, untuk menciptakan semburat cantik di wajah Anda.
1. Gunakanlah blush kemerahan untuk semburat natural.
2. Agar kulit terlihat sehat bercahaya, pakai highlighter di daerah T, bawah mata dan tulang pipi.
3. Kenakan warna pink lembut di bibir dan lapisi dengan gloss keemasan.
4. Senada juga Anda kenakan pada mata Anda.
Tampilan ini dijamin akan membuat Anda beda dan bersinar. (ghe)
(Majalah Amica Indonesia Juli 2012)

Mengenali Saat Kosmetik Sudah Kedaluwarsa

Mengenali Saat Kosmetik Sudah Kedaluwarsa. Kulit merupakan salah satu aset wanita yang patut dijaga. Lindungi kulit secara maksimal dengan menghindarinya dari iritasi. Kenali usia produk make-up yang Anda kenakan sebab produk kedaluwarsa malah bakal membuat kulit rusak.

Alas bedak
Alas bedak cair memiliki umur yang lebih singkat daripada alas bedak bubuk. Alasannya, bakteri lebih mudah tumbuh dalam benda lembap dan berair. Umumnya, alas bedak dengan bahan dasar air bisa bertahan maksimal 1 tahun. Sedangkan yang berbahan dasar minyak bisa bertahan lebih lama sampai 18 bulan. Itu pun jika Anda selalu menggunakan tangan yang bersih dan kuas yang dibersihkan paling tidak satu minggu sekali dengan air hangat.

Kemasan alas bedak juga ikut mempengaruhi. Kemasan alas bedak dalam bentuk botol pump bisa bertahan lebih lama daripada wadah lainnya yang lebih terbuka. Selain itu, semakin lama tekstur alas bedak cair juga akan berubah. Perubahan tekstur karena reaksi minyak dan air tersebut bisa membuat pulasan alas bedak menjadi tidak merata.

Alas bedak kering atau bubuk bisa bertahan lama karena bakteri sulit tumbuh dalam medium ini. Alas bedak yang kering bisa digunakan sampai 2 tahun dengan penyimpanan yang baik. Tapi jika ditemukan perubahan tekstur, misalnya mengeras atau menggumpal sebaiknya diganti.

Maskara
Setelah 3 bulan, tekstur maskara biasanya semakin menggumpal. Apalagi jika Anda sering berulang kali memompa kuas ke dalam tube maskara sebelum mengaplikasikannya. Kebiasaan semacam ini bisa membuat semakin banyak udara masuk ke dalam tube dan mengakibatkan maskara mudah kering. Selain itu, tube yang basah dan gelap merupakan tempat favorit bakteri untuk bersarang.

Jika maskara Anda sudah terasa kering dan terlalu menggumpal sebelum 3 bulan, sebaiknya ganti dengan baru. Maskara yang rusak tidak hanya membuat bulu mata rapuh, tapi juga berisiko meningkatkan iritasi pada mata. Bukannya tidak mungkin gumpalan maskara akan jatuh ke mata dan mengakibatkan iritasi.

Eyeliner

Eyeliner cair usianya tidak berbeda jauh dari maskara. Mulai 3 bulan Anda sudah harus mewaspadai umur maksimal eyeliner Anda. Jika tidak ditemukan perubahan tekstur atau iritasi, eyeliner cair bisa dipakai sampai 5 bulan. Untuk eyeliner pensil bisa bertahan sampai 1 tahun. Pastikan selalu menyerut kembali eyeliner pensil Anda sebelum menggunakannya agar permukaan pensil selalu bersih.

Eyeshadow
Lagi-lagi Anda harus memperhatikan tekstur pemulas mata apa yang Anda gunakan. Umumnya pemulas mata kini tersedia dalam bentuk krim atau bubuk. Sama seperti alas bedak, pemulas mata berbentuk krim memiliki usia yang lebih pendek. Paling lama, 6 bulan Anda sudah harus mengganti pemulas mata krim Anda dengan yang baru.

Sedangkan untuk pemulas mata dengan tekstur bubuk, Anda bisa menggunakannya sampai 2 tahun. Pastikan selalu tutup rapat wadah eyeshadow usai digunakan. Namun bila terjadi iritasi pada kulit, segera buang eyeshadow Anda untuk menghindari kerusakan kulit lebih lanjut.

Lipstik
Lipstik bisa bertahan sampai 2 tahun jika disimpan dengan baik. Hindari panas dan jangan lupa segera ditutup setelah selesai digunakan. Pelajari reaksi make-up pada kulit Anda. Jika terjadi rasa gatal, panas, muncul kemerahan pada kulit, atau iritasi kulit lainnya, segera buang produk tersebut. Konsultasikan kepada dokter kulit tentang kondisi kulit Anda untuk mendapat hasil yang terbaik. Jangan sampai niat untuk meningkatkan penampilan malah berakhir sebaliknya.

Scrubbing untuk Usia 35+

Scrubbing untuk Usia 35+

Scrubbing dianggap sebagai salah satu cara yang efektif untuk merawat kulit wajah, tubuh, dan kaki agar selalu segar. Apalagi bagi Anda yang berusia 35+. Lalu, bagaimana cara melakukannya dengan tepat?

Kulit mengalami regenerasi terus-menerus yang artinya kulit mengalami penuaan lalu mati, kemudian diganti dengan sel-sel baru. Pada bayi, usia balita, dan anak-anak, sel-sel kulit mati itu akan terkelupas dengan sendirinya. Tetapi pada 30-an, sel-sel kulit mati tidak dapat tumbuh dengan sempurna dan juga tidak dapat mengelupas sendiri. Di sinilah Anda membutuhkan perawatan scrubbing kulit akan bersinar kembali.

Manfaat Scrubbing

Scrubbing adalah pengikisan sel-sel kulit mati lapisan teratas (epidermis). Selain itu, scrubbing kulit kotoran dan minyak (sebum) yang menumpuk. Manfaat lainnya adalah membantu merangsang regenerasi kulit.

Ada dua jenis scrub, yaitu berupa krim atau gel scrub dari bahan alami, seperti kopi, strawberry, serta kelapa dengan butiran yang besar-besar (scrub ini cocok untuk kulit yang tebal). Scrub dari bahan-bahan kimia, butiran-butiran halus, cocok dipakai untuk yang tipis. Sebelum membeli, coba terlebih dahulu agar tidak terjadi iritasi pada kulit.

Jenis-jenis Scrub:
1. Body scrub (untuk tubuh).
2. Facial scrub (untuk wajah).
3. Foot scrub (untuk kaki).

Body Scrub

Digunakan pada seluruh tubuh. Scrub dengan butiran yang kasar, baik digunakan untuk kulit yang tebal seperti lutut, siku, telapak kaki. Scrub dengan butiran halus adalah untuk kulit yang tipis seperti, perut, pangkal paha, dan dada.

Tips:
– Frekuensi perawatan sesuaikan dengan kondisi kulit. Kulit tebal, dua hari sekali, kulit tipis satu minggu sekali.
– Jangan lakukan scrubbing bila ada jerawat di punggung dan dada.
– Pada waktu scrubbing kulit dalam keadaan bersih.
– Lakukan pemijatan untuk memperlunak jaringan kulit luar sehingga dengan mudah sel-sel kulit mati terangkat.
– Setelah melakukan scrubbing jangan mandi dengan air hangat, mandilah dengan air dingin, setelah itu gunakan body lotion.

Facial Scrub

Scrub ini untuk wajah dan leher. Fungsinya untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan membantu mengatasi masalah hiperpigmentasi, mengurangi kadar minyak pada kulit yang berminyak. Bagi kulit wajah dan leher Anda yang tergolong tipis kulitnya, sebaiknya gunakan butiran-butiran scrub yang halus.

Tips:
– Agar hasil perawatan lebih baik, sebelum melakukan scrub, gunakanlah terlebih dahulu krim exfoliating atau krim wajah yang mengandung AHA, fungsinya untuk memperlunak epidermis kulit. Sel-sel kulit mati akan lebih mudah terangkat. Gunakan setiap malam paling tidak 7 hari sebelum memakai scrub.
– Gunakan scrub bentuk krim atau gel secukupnya dan gosok perlahan-lahan.
– Jika wajah dan leher berjerawat, tundalah dahulu sampai jerawat hilang.
– Setelah selesai scrubbing, bilas wajah dengan air bersih kemudian kompreslah dengan air es selama 10 menit agar sel-sel kulit baru tampak segar dan lembut. Kemudian oleskan pelembap wajah.
– Gunakan facial scrub sesuai dengan kondisi kulit, kulit berminyak dapat melakukan scrubbing dua kali seminggu. Sedangkan kulit kering atau normal cukup dua minggu sekali.
– Jangan scrubbing di daerah mata dan bibir karena kulit sekitar ini sangat tipis.

Foot Scrub

Kaki pun perlu di-scrub agar kulit kaki yang tebal dan kasar menjadi halus. Lakukanlah dengan pemijatan-pemijatan agar sirkulasi darah lancar dan melembutkan jaringan-jaringan epidermis di telapak kaki.

Tips:
– Sebelum melakukan scrub, bersihkan terlebih dahulu kaki kemudian lakukan pemijatan-pemijatan ringan dengan minyak zaitun.
– Kemudian bubuhkan scrub jika terdapat kulit yang tebal dan sangat keras, gosok dengam foot board atau batu apung sehingga kulit yang keras lebih lunak dan lembut.
– Bilas dengan air hangat dan sikat dengan sabun untuk membersihkam sisa-sisa kulit mati, kemudian keringkan dan gunakan body lotion.
– Foot scrub dapat dilakukan tiga kali seminggu sesuai dengan kondisi kulit. Hindari jika kaki sedang luka.

Model: Ocha & Vesica, Tata Rias Wajah dan Rambut: Wulan (0856-7734010), Pengarah Gaya: Ita Adnan, Foto: Daniel Supriyono/NOVA