Perawatan Kulit Berkerut

Perawatan Kulit Berkerut dapat anda lakukan tanpa harus pergi ke salon kecantikan. Kulit cerah bersinar dan sehat, biasanya akan mulai pudar disaat memasuki usia 35 tahun keatas. Tapi, hal itu dapat dicegah, jika kita rajin merawat kulit. Dengan perawatan yang teratur tampilan kulit akan terlihat muda seperti saat berada diusia 20 tahunan. Kulit sehat, segar, dan terlihat muda akan dapat diperoleh dengan diet yang sehat dan meluangkan sedikit waktu untuk melakukan perawatan. Seiring bertambahnya usia ( dimulai di usia 35 tahun ) kulit akan mulai mengalami perubahan. Perubahan tersebut diantaranya, timbulnya kerutan, kulit mulai mengendur karena berkurangnya kekencangan dan kekuatan kulit, timbul bintik-bintik coklat sebagai tanda penuaan, kelembaban kulit mulai berkurang. Kulit keriput dan kendur terjadi karena kurangnya produksi kalogen dan elastin ( elastin adalah protein yang membuat kulit jadi elastis ). Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan berkurangnya elastisitas kulit, perubahan pigmen yang ditandai timbulnya bintik-bintik coklat dan pertumbuhan kulit non kanker ( misal tahi lalat ).

Keadaan tersebut di atas biasa disebut dengan penuaan dini. Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan kanker kulit, dan wanita diatas usia 35 tahun sangat mudah terkena resiko ini. Efek lain dari paparan sinar matahari adalah kulit jadi kasar dan kering. Karena itu biasakan memakai tabir surya SPF 30 atau lebih tinggi , bukan hanya disaat matahari lagi bersinar tapi dalam segala kondisi cuaca di saat siang hari atau saat matahari belum terbenam. Selain itu batasi paparan sinar matahari lansung pada kulit terutama pada pukul 10.00-15.00, karena di jam itu paparan sinar ultra violet sangat kuat.

Hal-hal yang dapat dilakukan agar kulit tetap sehat dan segar antara lain, biasakan mengkonsumi makanan yang dapat menjaga kecantikan dan kesehatan kulit.

Makanan yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kecantikan kulit adalah:

*Alpukat dan telur. Alpukat dan telur dapat membantu memperbaiki kulit kering karena mengandung biotin.

*Tomat. Dalam tomat terkandung antioksidan yaitu likopen dan carotenoid yang dapat melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel, termasuk sel kulit, dengan mengkonsumsi tomat proses penuaan kulit dapat diperlambat. *Delima. Delima membantu meningkatkan produksi kalogen yang membuat elastisitas kulit meningkat.

*Salmon. Selain mengandung carotenoid, salmon juga mengandung astaxanthin yang dapat mengurangi garis-garis halus pada kulit.

Selain cara tersebut di atas, perawatan kulit di klinik kecantikan seperti chemical peeling juga dapat membantu menghilangkan sel kulit mati, sehingga kulit menjadi lebih segar dan terlihat lebih muda. Biasakan juga menggunakan pelembab setiap hari dan krim nutrisi di malam hari. Gunakan pelembab atau krim sesuai jenis kulit. Dan rawat kulit sesuai kebutuhan, karena perawatan yang terbaik adalah perawatan yang sesuai kebutuhan.

Tips Mengatasi Kulit Berkerut

Jenis kulit wajah pada setiap orang memang berbeda. Ada yang memliki jenis kulit wajah normal, kering, berkerut dan ada juga yang berminyak. Bagi anda yang memiliki jenis kulit normal dan tidak bermasalah maka anda harus bersyukur mengingat begitu banyak nya orang yang bermasalah dengan kulit wajah.

Untuk anda yang memiliki kulit wajah berkerut, anda dapat mengatasingya dengan :

1. Gunakan sunscreen dengan SPF 15 atau lebih , 15 menit sebelum anda keluar rumah supaya ultraviolet yang terkandung di dalam sinar matahari tidak langsung membakar kulit anda

2. Gunakan cream malam secara rutin

3. Minum air putih min. 8 gelas sehari untuk menjaga elastisitas kulit wajah

4. Saat anda tidur usahakan dalam posisi telentang agar tidak terjadi kerutan dan tidurlah dengan waktu yang cukup

Istirahat terbaik adalah tidur dan jika anda bisa tidur dengan cukup waktu ini sangat berguna sekali untuk membantu masalah kulit berkerut dan dapat meremajakan kulit kembali

Yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih Produk Pemutih Kulit

Kebanyakan orang menggunakan produk whitening karena dua alasan. Alasan pertama adalah merawat kulit dari masalah seperti bintik hitam, bekas jerawat, atau warna kulit tidak merata karena hormon. Sedangkan alasan kedua untuk mencerahkan warna kulit yang gelap.

Anda mungkin mengenal beberapa produk pemutih kulit seperti krim pemutih, whitener, pencerah kulit atau krim untuk menyamarkan noda pada kulit. Produk-produk tersebut bekerja dengan cara mengurangi pigmentasi atau disebut juga melanin pada kulit.

Namun tak banyak orang yang tahu, kandungan kimia dalam produk ini juga memiliki risiko. Untuk itu, ketahui dulu beberapa hal sebelum Anda menggunakan produk-produk pemutih kulit tersebut.

Sebelumnya, Anda perlu tahu bagaimana warna kulit tiap orang bisa berbeda. Hal ini dikarenakan banyaknya melanin atau pigmen yang diproduksi sel-sel khusus di lapisan dasar kulit yang disebut melanosit. Oleh karena itu, mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap cenderung memiliki lebih banyak melanin.

Berapa banyak melanin yang diproduksi seseorang juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Namun selain gen, faktor-faktor lainnya seperti paparan sinar matahari, hormon, kerusakan kulit, dan bahan kimia tertentu, juga akan mempengaruhi produksi melanin dalam kulit.

Biasanya perubahan warna kulit akan kembali normal seiring waktu. Misalnya saja, orang yang kulitnya kecoklatan karena terlalu lama berjemur di pantai, lama-kelamaan warna gelap itu akan memudar ketika paparan sinar matahari pada kulit semakin berkurang. Namun terkadang, bintik hitam karena usia bisa menjadi lebih banyak bahkan permanen.

Untuk mendapatkan kulit putih bersih dan bebas masalah tersebut, berbagai produk perawatan kecantikan baik itu dengan resep dokter atau yang dijual bebas kini telah banyak beredar di pasaran. Beberapa produk tersebut mengandung bahan aktif atau kombinasi dari bahan-bahan yang dapat mengurangi jumlah melanin dalam kulit. Bahan yang terbilang aman dan paling banyak digunakan di pasaran adalah hydroquinone. Normalnya, produk pemutih kulit mengandung 2%-4% hydroquinone.

Bahan pemutih lain yang juga banyak digunakan adalah obat-obatan seperti steroid dan asam retinoat, yang berasal dari vitamin A, sebagai bahan aktif. Dan beberapa pencerah kulit menggunakan bahan-bahan alami seperti asam kojic (suatu senyawa yang berasal dari jamur) dan arbutin (senyawa yang ditemukan dalam berbagai tanaman).

Selain bahan-bahan tersebut, ada pula beberapa produk yang rentan karena mengandung bahan aktif merkuri. Apabila dipakai terus menerus bisa menyebabkan masalah kulit yang serius, bahkan sampai kanker kulit. Untuk itu, kini beberapa negara sudah tidak memperbolehkan kandungan merkuri dalam rangkaian produk kosmetik.

Disarankan, bagi Anda yang ingin mendapatkan kulit putih dari produk-produk yang dijual bebas dipasaran, pastikan produk tersebut tidak mengandung merkuri. Atau konsultasikan dengan dokter spesialis sebelum Anda mencoba rangkaian suatu produk pemutih.
(eny/eya)

Kebiasaan Buruk Pemicu Jerawat di 7 Area

KOMPAS.com – Jika jerawat pada wajah menganggu perempuan karena merusak penampilan, lain lagi dengan jerawat di bagian tubuh lainnya. Meski tak terlihat, timbulnya jerawat di luar area wajah menimbulkan ketidaknyamanan bahkan mengganggu aktivitas. Seperti pada bahu, dada bagian atas, punggung bagian atas, leher, lengan atas, hingga bokong.

Jerawat juga bintik merah menyerupai jerawat bisa muncul di leher, dada bagian atas, punggung, bahkan bokong. Kebiasaan buruk dalam perilaku keseharian, juga penggunaan obat-obatan tertentu, hingga pemakaian perawatan tubuh yang tidak cocok dengan kulit, bisa menjadi pemicunya.

Dermatolog, dr Tina Wardhani Wisesa SpKK, mengatakan jerawat dan bintik merah menyerupai jerawat yang muncul luar area wajah disebabkan karena sejumlah faktor.

“Kalau di leher atau kulit kepala, ini perluasan dari jerawat biasa pada wajah. Kalau di dada, punggung, juga bokong penyebabnya bisa beberapa hal. Bisa karena konsumsi obat tertentu, penggunaan body spray pada kulit yang tak kuat dengan bahan kimia tertentu, juga kebiasaan buruk yang menyebabkan sumbatan keringat atau minyak pada area berjerawat,” jelasnya di sela¬† Media Workshop bersama Papulex di Madeleine Bistro, Kemang, Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Menurut dr Tina, kebiasaan harian dalam membersihkan wajah, badan dan pakaian, berpengaruh terhadap muncul jerawat di tujuh area tubuh ini. “Untuk mengatasinya perlu diketahui terlebih dahulu, apa penyebabnya. Apakah karena makanan tertentu, atau konsumsi obat seperti vitamin pembentukan otot yang bisa memunculkan bintik merah seperti jerawat. Atau kebiasaan yang salah terkait kebersihan pakaian dan badan untuk jerawat di area selain wajah,” jelasnya.

Selain faktor makanan atau obat, dr Tina menyebutkan, kebiasaan yang keliru pemicu timbulnya jerawat dan bintik merah menyerupai jerawat di luar area wajah di antaranya:
* Menggunakan pakaian dalam berhari-hari, atau baju lebih dari sekali. Sehingga membuat keringat atau kotoran yang menempel di baju berpindah ke kulit, dan memicu kelenjar minyak.
* Malas mandi malam sepulang beraktivitas, sehingga sisa keringat dan minyak tersumbat.
* Pemakaian baju, celana, juga pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat.
* Memakai baju baru beli tanpa dicuci.

“Beberapa kebiasan yang salah bisa menimbulkan jerawat atau bintik merah menyerupai jerawat, pada punggung, dada, dan area lainnya, karena kelembaban kulit tinggi. Bintik merah bisa hilang dengan digosok bersih saat mandi misalnya. Namun jika terinfeksi membutuhkan pengobatan,” jelasnya.

Perawatan jerawat pada tujuh area tubuh ini bergantung pada penyebabnya. Bisa diatasi dengan perawatan tubuh dasar, yakni membersihkan menggunakan produk perawatan kulit yang tepat. Atau jika diperlukan, harus mengonsumsi obat tertentu.

Sebaiknya konsultasikan dengan ahli masalah kulit pada area tubuh ini agar Anda mendapatkan perawatan tepat. Cara lainnya, lakukan pencegahan, dengan rutin membersihkan kulit di bagian tubuh mana pun dan mulai menjalankan kebiasaan sehat untuk kulit.

Kulit Mulus & Awet Muda

Memakai serum adalah salah satu cara untuk mempertahankan keindahan kulit. Sudah tepatkah cara Anda memanfaatkannya?

Istilah serum dalam dunia kecantikan agak berbeda dari serum dalam bidang biologi dan kedokteran. “Dalam kosmetika, serum merupakan bahan cair yang kandungannya sebagian besar asam amino, dan penggunaannya dioleskan langsung ke kulit,” ujar dr. Tridia Sudirga, Sp.KK, dermatologis dan venerologis dari Puan Jakarta Boutique Clinic.

Serum Vitamin C
Jenis serum vitamin C adalah yang paling banyak dipakai. Kandungan serum vitamin C berbeda-beda, mulai 5 sampai 20 persen. Untuk mencegah penuaan dini, gunakan serum berkadar vitamin C rendah. “Tapi untuk pengobatan, biasanya dipakai kadar yang tinggi,” papar Tridia.
Selain sebagai antioksidan, serum vitamin C juga berguna untuk merangsang pembentukan kolagen kulit, sebagai water holder (penyimpan air), membuat kulit tidak kering, dan lembap, dan sebagai wound healing (mengobati luka).

Ada 2 serum vitamin C, yaitu L-ascorbic acid yang larut dalam air (water soluble) dan ascorbil palmitat yang larut dalam minyak (oil soluble).
Kelemahan serum vitamin C adalah sifatnya yang sangat mudah berubah di suhu kamar. “Biasanya dua atau tiga kali pemakaian sudah berubah tidak efektif lagi,” kata Tridia. Karena itulah, serum vitamin C biasanya dikemas dalam botol kecil berwarna kecokelatan, agar tidak mudah teroksidasi. Soal cara pemakaian, “serum sebaiknya dipakai sekali setiap hari,” jelas Tridia.

Serum Vitamin E
Vitamin E bersifat larut dalam lemak (fat soluble), dan banyak terdapat dalam minyak lembaga gandum, padi-padian, kuning telur, dan hati sapi. Secara garis besar, manfaat vitamin E adalah melembapkan kulit (moisturizing), sebagai antioksidan, dan penghilang radikal bebas. Oleh sebab itu, pemakaian serum yang dioleskan rata ke seluruh permukaan kulit wajah, tangan, dan leher setiap hari, sangat dianjurkan.

Serum vitamin E juga baik untuk perawatan rambut. Dengan berbentuk serum, kandungan vitamin E tidak hanya akan melindungi batang rambut, tapi juga bisa menembus kulit bagian dermis. “Ini berbeda dengan sampo, yang hanya melapisi kulit kepala dan batang rambut,” terang Tridia. “Seperti kebanyakan vitamin lain, sebagai nutrisi rambut, vitamin E paling baik dipakai dalam bentuk konsumsi oral.