Kebiasaan Buruk Pemicu Jerawat di 7 Area

KOMPAS.com – Jika jerawat pada wajah menganggu perempuan karena merusak penampilan, lain lagi dengan jerawat di bagian tubuh lainnya. Meski tak terlihat, timbulnya jerawat di luar area wajah menimbulkan ketidaknyamanan bahkan mengganggu aktivitas. Seperti pada bahu, dada bagian atas, punggung bagian atas, leher, lengan atas, hingga bokong.

Jerawat juga bintik merah menyerupai jerawat bisa muncul di leher, dada bagian atas, punggung, bahkan bokong. Kebiasaan buruk dalam perilaku keseharian, juga penggunaan obat-obatan tertentu, hingga pemakaian perawatan tubuh yang tidak cocok dengan kulit, bisa menjadi pemicunya.

Dermatolog, dr Tina Wardhani Wisesa SpKK, mengatakan jerawat dan bintik merah menyerupai jerawat yang muncul luar area wajah disebabkan karena sejumlah faktor.

“Kalau di leher atau kulit kepala, ini perluasan dari jerawat biasa pada wajah. Kalau di dada, punggung, juga bokong penyebabnya bisa beberapa hal. Bisa karena konsumsi obat tertentu, penggunaan body spray pada kulit yang tak kuat dengan bahan kimia tertentu, juga kebiasaan buruk yang menyebabkan sumbatan keringat atau minyak pada area berjerawat,” jelasnya di sela  Media Workshop bersama Papulex di Madeleine Bistro, Kemang, Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Menurut dr Tina, kebiasaan harian dalam membersihkan wajah, badan dan pakaian, berpengaruh terhadap muncul jerawat di tujuh area tubuh ini. “Untuk mengatasinya perlu diketahui terlebih dahulu, apa penyebabnya. Apakah karena makanan tertentu, atau konsumsi obat seperti vitamin pembentukan otot yang bisa memunculkan bintik merah seperti jerawat. Atau kebiasaan yang salah terkait kebersihan pakaian dan badan untuk jerawat di area selain wajah,” jelasnya.

Selain faktor makanan atau obat, dr Tina menyebutkan, kebiasaan yang keliru pemicu timbulnya jerawat dan bintik merah menyerupai jerawat di luar area wajah di antaranya:
* Menggunakan pakaian dalam berhari-hari, atau baju lebih dari sekali. Sehingga membuat keringat atau kotoran yang menempel di baju berpindah ke kulit, dan memicu kelenjar minyak.
* Malas mandi malam sepulang beraktivitas, sehingga sisa keringat dan minyak tersumbat.
* Pemakaian baju, celana, juga pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat.
* Memakai baju baru beli tanpa dicuci.

“Beberapa kebiasan yang salah bisa menimbulkan jerawat atau bintik merah menyerupai jerawat, pada punggung, dada, dan area lainnya, karena kelembaban kulit tinggi. Bintik merah bisa hilang dengan digosok bersih saat mandi misalnya. Namun jika terinfeksi membutuhkan pengobatan,” jelasnya.

Perawatan jerawat pada tujuh area tubuh ini bergantung pada penyebabnya. Bisa diatasi dengan perawatan tubuh dasar, yakni membersihkan menggunakan produk perawatan kulit yang tepat. Atau jika diperlukan, harus mengonsumsi obat tertentu.

Sebaiknya konsultasikan dengan ahli masalah kulit pada area tubuh ini agar Anda mendapatkan perawatan tepat. Cara lainnya, lakukan pencegahan, dengan rutin membersihkan kulit di bagian tubuh mana pun dan mulai menjalankan kebiasaan sehat untuk kulit.

Cara Mengatasi Kulit Stres

Jika kita stres, kulit pun menjadi ikut-ikutan ‘stres’. Bagaimana rupa kulit yang stres?

Cara Mengatasi Kulit Stres

Banyak masalah yang datang tak terduga, keinginan-keinginan yang tidak sesuai dengan harapan, tekanan dari atasan, dan sebagainya, bisa memicu timbulnya stres. Sehingga, munculah hasrat untuk mencari pelarian, misalnya merokok, minum obat tidur atau minuman-minuman beralkohol.

Dengan adanya kebiasaan-kebiasaan baru yang tidak bagus ini, justru akan memicu kondisi kulit yang buruk karena pada saat stres, hormon cortisol yang bisa memperlambat pembentukan struktur kulit akan keluar. Pertumbuhan kolagen dan sel-sel tubuh pun melambat. Cobalah untuk menghilangkan stres dengan hal-hal yang menyenangkan, seperti shopping , berenang, baca buku yang menginspirasi hidup, dan sebagainya. Dengan begitu, hormon cortisol akan mereda dengan sendirinya.

Apabila pikiran sudah mulai tenang, lapisan-lapisan kulit yang beregenerasi pada malam hari saat kita tidur, akan normal kembali. Ini sangat penting untuk kita yang sudah memasuki usia 35+, dimana regenerasi kulit juga sudah agak sulit karena faktor usia.

Seperti Apa  

Kulit yang Stres?  
● Kusam
● Kering
● Sensitif
● Berminyak
● Berjerawat
● Timbul kerutan halus

Kembalikan  Kulit Segar!
Saatnya mengembalikan wajah cerah dengan:
 Rajin bersihkan wajah.  
Bersihkan wajah pagi dan sore hari. Lakukan facial  sebulan sekali untuk mengeluarkan komedo.

 Menu sehat.
Mengonsumsi makanan rendah lemak dan bergizi, buah-buahan, sayur-sayuran, serta ikan sangat disarankan.

 Olahraga ringan.
Olahraga akan membuat peredaran darah ke kulit lebih lancar, sehingga suplai nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh kulit pun tercukupi.

 Minum air putih.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa minum air putih 6 – 8 gelas sehari akan menjaga kulit tetap segar, kenyal dan lembap.

 Pakai produk perawatan.
Gunakan produk perawatan kulit untuk pembersih, pelembap, krim pagi, krim malam dan krim mata.

 Tidur cukup.
Mencukupi waktu tidur di malam hari sangat penting (8 jam), karena selama kita tidur tubuh atau kulit melakukan proses memperbaiki diri dari berbagai kerusakan sel yang terjadi akibat stres.

Normalkah Menstruasi Anda?

Normalkah Menstruasi Anda

 

Tahukah Anda berapa lama durasi menstruasi normal sekali periode? Atau benarkah rasa nyeri yang menyertai menstruasi adalah pertanda ada hal yang salah dengan reproduksi wanita? Kendati sudah setiap kali mengalami,  tak menjadikan wanita paling memahami siklus menstruasinya. Berikut beberapa hal soal menstruasi yang patut diketahui, dirangkum dari beberapa sumber.

Berapa lama menstruasi?

Cobalah mulai mencatat, berapa lama Anda mengalami menstruasi setiap kali siklus? Apakah selama 2 hingga 3 hari, 3 hingga 5 hari, atau 6 hingga 7 hari.

Berdasarkan kacamata medis, durasi menstruasi paling umum berlangsung 3 hingga 5 hari. Namun durasi menstruasi 2 hingga 7 hari dikatakan masih masuk dalam ambang normal. Jika Anda mengalami menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu dan berubah dari biasa, sebaiknya hubungi dokter kandungan untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Berapa banyak darah menstruasi?

Tahukah Anda, berapa banyak darah menstruasi normal dikeluarkan wanita per periode? Jawabnya adalah 2 sendok makan.  Kendati  tak mudah mengukur berapa banyak Anda kehilangan darah,  beberapa wanita dapat merasakan ketika menstruasi mereka cenderung banyak. Jika aliran darah cenderung berlebihan, cobalah ganti pembalut setiap jam atau beberapa jam sekali. Jika Anda melihat adanya gumpalan besar, konsultasikan pada dokter kandungan Anda.

Mengapa tidak datang bulan?

Apakah ‘tidak datang bulan’ berarti hamil atau ada yang salah? Belum tentu. Datang bulan yang datang terlambat atau tidak datang bulan rutin memang dapat terjadi pada wanita muda di awal-awal menstruasi. Sedangkan hal lain seperti stres, kehilangan berat badan drastis, dan berolahraga terlalu berat, juga dapat membuat menstruasi menjadi tak teratur.

Beberapa alat pencegah kehamilan juga dapat menyebabkan menstruasi berhenti. Bicarakan dengan dokter kandungan jika siklus menstruasi Anda tiba-tiba berhenti atau terlambat.

Apakah nyeri saat menstruasi itu normal?

Beberapa orang kerap merasa nyeri saat jelang menstruasi. Nyeri saat menstruasi biasanya dirasakan di perut, punggung (bawah) maupun keduanya.

Jika Anda mengalami nyeri menstruasi yang intens dan tak henti-henti, segeralah berkonsultasi pada dokter kandungan. Nyeri menstruasi yang tak kunjung henti pada daerah panggul dapat mengindikasikan gejala gangguan reproduksi serius, seperti endometriosis (pertumbuhan jaringan tak normal di bagian luar rahim).

Apakah wanita yang serumah datang bulan bersamaan?  

Beberapa orang percaya, wanita yang hidup serumah dapat mengalami siklus menstruasi bersamaan atau “menstrual synchrony ”. Sayangnya, fakta ini belum terbukti secara ilmiah.

Berapa siklus normal menstruasi?

Banyak wanita memiliki siklus menstruasi yang bervariasi satu dengan lainnya. Ada yang mengalami menstruasi setiap 21 hari sekali, 28 hari sekali dan 35 hari sekali. Namun manakah siklus menstruasi yang normal?

Para wanita kerap mengalami siklus menstruas 21 hingga 35 hari sekali. Pada wanita yang masih muda atau remaja, siklus menstruasi dapat terjadi tak teratur dan bervariasi antara 21 hingga 45 hari sekali. Namun tak ada salahnya mencatat siklus bulanan Anda mulai sekarang pada kalender di rumah. Ini akan membantu dokter kandungan mengetahui apakah ini siklus yang normal bagi Anda.

Apa yang membuat menstruasi terasa lebih buruk?

Sebuah penelitian di tahun 2010 menemukan jika wanita yang merasa sangat stres memiliki risiko di atas dua kali lipat mengalami perburukan saat menstruasi.

Jika mengalami perdarahan diluar siklus menstruasi berarti ada gangguan?

Belum tentu demikian. Namun sebaiknya Anda segera menemui dokter kandungan untuk menemukan penyebab sebenarnya. Perdarahan diluar siklus menstruasi dapat disebabkan berbagai hal, hanya beberapa saja yang mengarah pada gangguan serius.

Normalkah mengalami gumpalan atau mengeluarkan gumpalan saat menstruasi?

Banyak wanita mendapati gumpalan darah, atau penggumpalan darah saat menstruasi. Ini dapat terjadi  dari waktu ke waktu, khususnya pada hari-hari dengan aktivitas berat menjelang menstruasi. Jika gumpalan yang terjadi berukuran besar, atau darah yang dikeluarkan hingga memenuhi pembalut  hingga Anda perlu mengganti pembalut setiap dua atau tiga jam, hubungi dokter Anda.

Dapatkah hamil saat menstruasi?

Banyak orang percaya, berhubungan intim saat masih menstruasi tidak akan membuat hamil. Sayangnya, tidak demikian faktanya. Perempuan bisa hamil kapan saja selama siklus menstruasi terjadi. Kendati dikatakan,  kemungkinan hamil akan lebih besar ketika wanita mengalami ovulasi (yakni 10 hingga 16 hari sebelum menstruasi berikutnya).

Apakah  darah coklat ketika menstruasi itu normal?

Warna darah yang dikeluarkan saat menstruasi bervariasi, mulai dari merah segar hingga coklat gelap, dan ini masih dalam batas normal. Dan, warna yang berbeda juga dapat terjadi pada satu periode menstruasi.

Apa yang dapat meringankan gejala PMS (premenstrual syndrome )?

Faktanya, wanita yang rutin melakukan aerobik, bersepeda 30 menit, jalan cepat maupun berlari dapat mengurangi risiko terjadinya gejala PMS. Makanan kaya kalsium dan karbohidrat kompleks juga dikatakan dapat membantu meredakan gejala PMS. Beberapa ahli juga menyarankan para wanita mencukupi kebutuhan tidur, menghindari kafein dan alkohol serta mengurangi konsumsi garam, lemak, dan gula untuk mengurangi risiko PMS.

 

sumber nova

Tanda Produk Kecantikan Sudah Basi

KOMPAS.com –  Saat ini kita menginginkan produk perawatan kulit lebih alami dan aman bagi kesehatan kulit. Produk alami tak mengandung bahan pengawet yang membantu memperpanjang masa berlaku krim dan serum. Jadi sekarang kita menghadapi pertanyaan: berapa lama, tepatnya, sebelum produk ini dibuang?

Sayangnya, kosmetik dan produk perawatan kulit tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa pada kemasan mereka, itulah alasan penting bagi konsumen mempelajari berbagai trik untuk mengetahui saatnya untuk membuang produk dan menggantinya dengan yang baru.

Di sini, kita telah menyusun tips kunci untuk Anda ingat saat membereskan kembali rak produk kecantikan Anda. Semua tip ini dikumpulkan dari berbagai sumber-sumber, salah satunya The New York Times.

1. Maskara dan eye liner adalah produk yang sangat dekat dan bersentuhan dengan mata Anda. Untuk itu ada baiknya Anda bertindak lebih hati-hati daripada menyesal. Gunakan produk tersebut hanya tiga bulan setelah dibuka. Semua-produk alami tidak dapat disimpan untuk waktu yang lama. Tanpa pengawet, produk hanya harus disimpan untuk sekitar satu tahun, bahkan jika belum dibuka.

2. Seperti makanan, make-up mengeluarkan tanda-tanda fisik jika sudah basi. Ini adalah tanda-tanda yang harus Anda perhatikan dalam cat kuku dan krim. Amati perubahan warna dan bau adalah cara terbaik untuk mengetahui saatnya produk tersebut diganti dengan yang baru.

3. Liquid kosmetik seperti  lip gloss, tidak bisa disimpan terlalu lama. Ini juga berlaku untuk foundation dan concealer.  Setelah enam bulan ganti foundation dan concealer Anda  dengan yang baru. Sedangkan  lip gloss hanya bertahan selama empat bulan.

4. Bahan aktif dalam produk seperti  benzoil peroksida dalam gel jerawat hanya bertahan tiga bulan setelah dibuka, sehingga bahan tersebut  tidak akan ampuh lagi. Zat aktif yang terkandung sudah tak bisa bekerja dengan maksimal. Bahan populer lainnya seperti vitamin C, antioksidan, asam glikolat dan retinols mudah rusak jika terkena sinar matahari dan panas.

5. Produk kecantikan yang berbasis bubuk, seperti perona pipi dan foundation memiliki masa kedaluwarsa  jauh lebih lama daripada yang liquid. Bahkan, Anda bisa menggunakan 1,5 sampai 2 tahun.

6. Kosmetik yang dikemas dalam jar memiliki tingkat terkontaminasi oleh bakteri jauh lebih tinggi daripada produk yang dikemas dalam wadah kedap udara atau pompa.

7. Produk kecantikan dengan umur terpanjang adalah parfum. Anda tidak perlu menyingkirkan selama delapan tahun dan Anda bisa membuatnya bertahan lebih lama dengan menyimpannya di lemari es.

Wawasan Tentang Efek Samping Suntik Pemutih

Apakah Efek Samping Suntik Pemutih – Walaupun vitamin C yang merupakan bahan dasar dari Suntik Pemutih yang dapat larut dalam air dan juga apabila asupannya berlebihan bisa dikeluarkan secara otomatis melalui urin namun vitamin C juga mempunyai efek samping bila dikonsumsi dengan dosis yang tidak tepat. Balita tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 400 mg karena bisa diare. Orang dewasa tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2000 mg sehari karena selain bisa menyebabkan penyakit maag juga bisa mengganggu kerja ginjal.

Efek samping yang ditakutkan adalah terjadinya batu ginjal. Pada seseorang yang mempunyai keturunan penyakit ini, vitamin C yang berlebih bisa mengendap menjadi kristal apalagi bila orang tersebut kurang minum air putih tiap harinya. Gejala yang dirasakan pada pengidap batu ginjal adalah rasa pegal dan sakit di daerah pinggang. Bila timbul gejala ini setelah penyuntikan vitamin C maka harus segera dihentikan pemberian vitamin C.

Sebaiknya juga seseorang yang terbukti mempunyai keturunan penyakit batu ginjal tidak melakukan penyuntikan vitamin C. Pengidap maag juga harus hati-hati, karena vitamin C yang bersifat asam maka sebaiknya konsumsi vitamin C dianjurkan untuk makan terlebih dahulu untuk menghindari rasa perih di daerah lambung. Banyak manfaat yang bisa diambil bila mengkonsumsi vitamin C, tapi yang harus perlu diingat bahwa mengkonsumsi vitamin C bukan merupakan terapi utama tetapi merupakan terapi penunjang.

Harus berhati-hati mengkonsumsi vitamin C bila mempunyai riwayat penyakit maag dan batu ginjal karena bisa memperberat penyakit akibat efek samping Suntik Pemutih ini. Sebetulnya yang paling berbahaya adalah apabila ada penolakan dari tubuh sewaktu dilakukan penyuntikan, maka bisa menyebabkan kematian seketika. Oleh karena itu sebelum melakukan Suntik Pemutih ada baiknya berkunsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang berkompeten dan jangan terlalu berlebihan menggunakan Suntik Pemutih.

Manfaat Suntik Vitamin C

Vitamin C tidak hanya membuat tubuh bugar dan tahan serangan penyakit, tetapi juga membuat kulit sehat dan cantik. Ini karena vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen, antioksidan, antiaging, menghambat pembentukan melanin, serta memperkuat dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang mampu membuat kulit lebih kencang, kenyal, dan mulus.

Namun, vitamin C tidak diproduksi tubuh sehingga untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin ini Anda harus mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C atau suplemennya (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, cairan, atau serbuk). Dari luar, vitamin C dapat bekerja langsung pada kulit dalam bentuk krim atau serum yang dioleskan.

Pilihan lainnya adalah melalui suntik vitamin C. Yang terakhir ini banyak diminati karena dinilai dapat segera memberikan efek bagi tubuh. Meski begitu, tidak semua orang memberikan reaksi yang sama setelah disuntik vitamin C. Jika tubuh tidak mampu menyerap dengan baik vitamin C yang disuntikkan langsung ke pembuluh darah, maka manfaat vitamin C yang didapat pun tidak optimal.

Banyak manfaatnya
Pada dasarnya, kebutuhan orang dewasa akan vitamin C adalah 60 mg per hari. Berikut 5 manfaatnya:

1. Sebagai antioksidan yang dapat melindungi kulit dari efek buruk radikal bebas akibat paparan sinar matahari, polusi, dan rokok. Radikat bebas merupakan salah satu penyebab kulit kusam.

2. Sebagai antiaging (antipenuaan dini), karena vitamin C dapat merangsang pertumbuhan sel fibroblas di kulit bagian dalam, selain memperbanyak produksi kolagen. Dengan demikian, kulit dapat tetap kenyal, kencang, serta terhindar dari kerutan-kerutan wajah sebelum waktunya.

3. Memberi efek langsung dalam stimulasi pembentukan kolagen pada kulit, sehingga vitamin C dosis tinggi dapat mempercepat penyembuhan luka atau proses setelah tindakan perawatan. Pasien juga merasa lebih segar dan fit (karena vitamin C memperkuat sistem imunitas) dan pada beberapa pasien kulit jadi tampak lebih cerah.

4. Mengurangi flek-flek akibat penuaan dini pada kulit dengan cara menghambat pembentukan melanin.

5. Mampu mencegah timbulnya memar di kulit dengan memperkuat dinding pembuluh darah kecil (kapiler).

Catatan: Manfaat vitamin C pada kulit (seperti disebut di atas) akan terjadi bila kadar vitamin C yang mencapai kulit dalam konsentrasi cukup.

sumber kompas female

Suntik Pelangsing, Amankah?

Banyak orang cenderung ingin punya tubuh langsing dengan cara instan. Hal ini tentu saja membuka peluang usaha pelangsingan instan menjamur di mana-mana. Mulai  yang menawarkan sedot lemak (liposuction), sampai yang tak perlu merasa lapar (pakai obat tertentu).

Sayangnya, tak semua pelangsingan cara cepat ini aman ditempuh. Beberapa obat pelangsing yang digunakan juga bisa menimbulkan risiko kesehatan serius. Salah satunya obat pelangsing jenis suntik atau injeksi (intravena). Obat jenis ini umumnya ditujukan untuk menambah tingkat kecerahan pada kulit dan mengurangi kerutan-kerutan akibat proses penuaan. Obat injeksi yang digunakan pada umumnya mengandung vitamin C dosis tinggi (sekitar 1000 mg), ekstrak plasenta (dosis tinggi kolagen dan elastin), dan Tationil (gluthation atau suatu zat antioksidan). Vitamin C dosis tinggi ini jika diberikan kepada orang yang fungsi ginjalnya sudah menurun justru bisa menyebabkan gangguan ginjal serius.

Suntikan obat-obatan ini juga biasanya membuat penggunanya akan merasa penasaran untuk terus menerus menggunakannya hingga mencapai target tertentu. Jadi, terkadang tampak seperti ada efek adiksi (kecanduan). Berbeda dengan penggunaan obat yang bersifat CNS stimulant (perangsang saraf pusat), seperti amfetamin dan turunannya (metamfetamin, efedrin, fenilpropanolamin, dll).

“Penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek toleransi, yaitu kebutuhan akan dosis yang lebih tinggi untuk bisa mencapai efek sama, serta gejala putus obat (withdrawal effect) jika pemberiannya langsung dihentikan,” ungkap dr. Nicolaski Lumbuun, Sp.FK, spesialis farmakologi klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Karawaci.

Sayangnya lagi, tak banyak orang mau tahu lebih jauh soal obat pelangsing ini, sehingga mudah saja menggunakannya. Mereka baru terpikir untuk berhenti ketika sudah terlanjur merasakan dampak negatifnya. Nah, agar tak salah memilih cara untuk melangsingkan tubuh, ketahui dulu semua informasinya sebelum terperosok ke dalam dampak buruknya.

Suntik Vs Oral
Di antara sekian banyak jenis obat pelangsing yang beredar di pasaran, di antaranya menawarkan efek rasa kenyang dengan serat fiber, menghambat penyerapan lemak, memanipulasi enzim pencernaan, hingga menekan nafsu makan dari susunan syaraf pusat. Tak hanya dalam sediaan obat oral atau tablet saja, tapi juga dalam bentuk injeksi atau ampul.

Menurut Nico, dari sisi keamanannya, penggunaan obat-obatan jenis injeksi sudah barang tentu lebih mudah menimbulkan risiko ketimbang obat oral. Pertama, pemberian injeksi ke dalam sirkulasi darah (intravena) akan mengundang risiko infeksi jika alat suntik dan cara penyuntikannya tidak steril. Kedua, pemberian obat dengan dosis relatif tinggi langsung ke dalam intravena akan membebani organ vital seperti ginjal dan hati, yang merupakan organ utama dalam menetralisasi efek obat. Ketiga, ada referensi yang menyatakan, pemberian obat intravena lebih mudah menimbulkan efek samping alergi dibandingkan bila diberikan per oral.

Hal lainnya, jika didapati efek toksik atau efek samping segera setelah pemberian obat intravena, akan sangat sulit mengurangi kadar obat di dalam darah. Tidak seperti  pada pemberian per oral, efek samping negatif dapat ditangani dengan cara merangsang muntah atau bilas lambung jika proses penelananmya masih kurang dari 2 jam.

Cara Kerja dan Efek Samping
Sejumlah obat pelangsing yang diberikan secara oral memang sudah diberi ijin edar oleh pemerintah secara resmi, di antaranya yang mengandung orlistat dan sibutramineSibutramine adalah sejenis bahan yang bekerja menekan nafsu makan dengan menghambat inaktivasi serotonin-norepinephrine di dalam otak. Kedua hormon ini dipercaya sebagai neurotransmitter yang berperan menghantarkan sinyal yang berhubungan dengan selera makan. Dengan demikian, orang yang mengonsumsi sibutramine beberapa saat sebelum makan, tidak akan makan secara berlebihan ketika tiba waktunya makan. Tidak disebutkan adanya adiksi terhadap obat ini, sehingga dianggap cukup aman untuk membantu memperbaiki pola makan seseorang.

Sedangkan orlistat, bekerja menghambat absorbsi lemak pada pencernaan. Bahan ini merupakan derifat lipstatin yang menghambat enzim lipase, yang diproduksi pankreas untuk mengurai lemak menjadi bentuk yang mudah diserap. Sehingga penyerapan lemak di usus sangat berkurang, dan banyak lemak ikut terbuang ke dalam feses. Lemak yang ikut keluar bersama feses ini menyebabkan konsistensi feses menjadi sangat lembek dan berminyak. Tak heran bila banyak pengguna orlistat mengeluhkan sulitnya menahan rasa ingin buang air besar (BAB). Selebihnya, obat ini tidak menimbulkan efek samping pada kesehatan secara menyeluruh.

Phenylpropanolamine (PPA) yang umum terkandung dalam obat dekongestan juga dapat digunakan untuk menekan nafsu makan. Dengan penggunaan sekitar 150 mg, propanolamine akan memberikan efek segar, waspada, dan mengurangi nafsu makan. Obat ini sifatnya merangsang sistem adrenergic yang bekerja meningkatkan tekanan darah dengan cara membuat vasokonstriksi pembuluh darah, meningkatkan frekuensi denyut jantung pada kekuatan kontraksi otot jantung, sehingga kerja jantung jadi lebih berat. Bagi penderita hipertensi dan berpenyakit jantung, dapat mengakibatkan stroke.

Di Amerika, obat flu dengan kandungan ini di atas 50 mg, dibatasi penggunaannya, karena terbukti sering disalahgunakan sebagai obat pelangsing. Lain lagi dengan obat pelangsing yang mengandung metamphetamine, yang merupakan bahan yang populer dan sering pula disalahgunakan (drug abuse). Sebenarnya amphetamine adalah obat yang digunakan untuk terapi anak dengan gangguan atensi-konsentrasi serta hiperaktif (ADHD). Selain itu, juga digunakan sebagai obat penghilang rasa kantuk pada kasus narkolepsi (gangguan tidur) dan sindroma keletihan kronik.

Perlu Terapi Lain
Cara kerja amphetamine/ metamphetamine yaitu meningkatkan produksi norepinephrine, serotonin, dan dopamine pada otak sehingga menimbulkan perasaan selalu segar, bergairah, berkonsentrasi, tidak letih, dan lainnya. Namun, efek lainnya menyebabkan kita jadi tak punya nafsu makan. Ini sebagai efek dari peningkatan adregenic yang menghambat inaktivasi noradrenalin di otak. Sayangnya, beberapa pemakaian menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan jika digunakan selama beberapa lama. Inilah yang menyebabkan kondisi adiksi terhadap amphetamine.

Obat pelangsing lainnya yang umum digunakan adalah L-Carnitine, bahan hasil biosintesis dari lysin asam amino dan metionin yang dibutuhkan sel untuk mengangkut lemak dari cytosol ke mitokondria. Sel menggunakan banyak energi untuk membentuk otot ketimbang menyisakan lemak untuk ditimbun dalam jaringan. Penggunaan L-Carnitine tidak mengubah pola makan, hanya mereduksi penumpukan lemak tubuh saja.

Dari sekian obat pelangsing yang digunakan, amphetamine/metamphetamine menduduki rangking pengawasan lebih ketat. Risiko adiksi, intoksikasi, dan stroke yang mungkin dialami, membuat penggunaan amfetamin lalu dibatasi dalam undang-undang psikotropika. Namun, bila sudah terlanjur menggunakan obat pelangsing jenis ini dan menimbulkan adiksi, penggunaanya tak bisa sekonyong-konyong dihentikan, karena pemakainya bisa mengalami gejala putus obat dengan gejala lemas, hipotensi, tak bisa konsentrasi, gangguan emosi atau mood, depresi, cemas, serta gejala psikiatrik lainnya.

Oleh karena itu, untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap amphetamine ini perlu dilakukan perawatan khusus, seperti menurunkan dosis penggunaan obat secara bertahap, disertai dukungan terapi lainnya.